“We will always coming back here for the food….” saya mencuri dengar salah seorang turis di St George’s Church berkata kepada pemandu di gereja itu. Dalam hati saya mengamini ucapannya. Belum genap 12 jam saya di Penang, dan saya sudah merasakan salah tiga dari sekian banyak makanan lezat (dan murah) di pulau ini; Kway Teow Th’ng, Asam Laksa dan Teochew Chendul.

Ya, Penang adalah surganya makanan lezat! Dan yang unik kita bisa menikmati beragam jenis hidangan autentik, juga hidangan fusion (campuran) dari berbagai macam suku bangsa di sini. Misalnya, masakan Nonya atau Peranakan yang merupakan perpaduan antara masakan Tionghoa dan Melayu, masakan Mamak (India Muslim), hingga  masakan Melayu yang dipengaruhi budaya Jawa pun ada.

Lima hari kami di Penang, kami bahkan tidak sempat untuk mencoba semua makanan yang ada di sana. Hanya makanan-makanan yang mudah didapatkan di sekitar pasar-pasar tradisional saja, atau kedai dekat hotel tempat kami menginap, dan beberapa kafe yang kita datangi, mostly karena kami membutuhkan kenyamanan bersantap di ruangan ber-AC saat udara panas Penang sudah mulai bikin emosik.

Kamu mau ngerasain sensasi kenyang a la Penang juga? Nih, saya kasih bocoran apa aja yang kami makan di sana:

1. Kway Teow Th’ng di Pasar Pulau Tikus

Kway Teow Th’ng adalah kwetiaw dimasak dalam kuah bebek dan babi yang gurih, dengan tambahan isian daging babi cincang, hati babi, irisan daging bebek, dan bakso ikan. Seporsi harganya MYR 4.50 atau sekitar IDR 17.000 saja. Saya paling suka dengan kaldunya gurih namun tetap terasa segar, juga bakso ikannya yang enak banget!

Kway Teow Th'ng at Pulau Tikus Market

Kway Teow Th’ng at Pulau Tikus Market

Kalau mau kesini, kamu bisa naik RapidPenang nomor 101 dari KOMTAR, turun di halte Pasar Pulau Tikus. Menyebrang dan masuklah ke jalan di depan pasar, penjual Kway Teow Th’ng ada di depan ruko-ruko di sisi kanan jalan. Ada banyak pilihan makanan lain di sekitar sana.

2. Teochew Chendul di Lebuh Keeng Kwee

The famous teochew chendul of Penang! Minuman ini pas banget dinikmati di bawah teriknya Penang di siang hari. Harganya pun sangat terjangkau, cukup MYR 2.00. Pedagang es cendolnya cuma pakai gerobak di pinggir jalan, kalau kamu ga mau kepanasan, bisa ‘numpang’ makan di warung Asam Laksa yang ada disebelahnya. Selain teochew chendul, ada juga es kacang.

Teowchew Chendul at Lebuh Keeng Kwe

Teowchew Chendul at Lebuh Keeng Kwe

3. Asam Laksa di Lebuh Keeng Kwee

Asam Laksa at Lebuh Keeng Kwe

Asam Laksa at Lebuh Keeng Kwe

Nah, di warung ini kamu bisa ‘numpang’ minum teochew chendul, tapi jangan lupa sambil jajan Asam Laksa juga yaa.. Asam laksa itu semacam sup kental berisi mie kuning besar, dengan irisan bawang bombay, zucchini, daun mint dengan cita rasa asam gurih, dan aroma ebi yang sangat kuat. Karena rasanya yang asam, hidangan ini cocok banget dinikmati barengan teochew cendol yang manis. Seporsi Asam Laksa di warung ini cukup kamu bayar sebesar MYR 3.00 saja. Murah meriah ‘kan!

4. Nutmeg Ice dan Veggie Dumplings di No 1 Cannon Street Cafe

Setelah menelusuri Armenian Street dan berputar-putar di dalam Khoo Kongsi di tengah teriknya Penang, No 1 Cannon Street Cafe menjadi penyelamat kami hari itu. Cafe khusus menyajikan masakan vegetarian dengan pilihan yang sangat beragam. Hari itu kami mencoba 2 macam veggie dumplings di sana; siau may dan har kaw, minumnya nutmeg ice untuk saya nutmeg suam untuk Bulan. Total kami hanya perlu membayar MYR 18.00 untuk semuanya.

Veggie Dumplings at 1 Cannon Street Cafe

Veggie Dumplings at 1 Cannon Street Cafe

5. Roasted Chicken & Pork  dan Almond Milk Ice di FatBoy Roasted Chicken

Ini sarapan favorit saya selama di Penang! Harganya cuma MYR 8 untuk seporsi nasi dengan lauk ayam panggang dan babi panggang plus tumis toge hanya seharga MYR 8.00, porsinya bisa banget untuk berdua. Ayam panggang-nya sumpah endeeuuusss banget! Kulit ayamnya begitu harum dan crispy, tapi dagingya begitu lembut. Babi panggangnya juga enak, dagingnya lembut dengan aroma yang sangat menggoda. Biar makin lengkap, makannya ditemani oleh segelas Almond Milk Ice seharga MYR 1.80.

Roasted Chicken & Pork at FatBoy Chicken Rice

Roasted Chicken & Pork at FatBoy Chicken Rice

6. Nasi Kandar Line Clear di Jalan Penang

Mau makanan halal? Bisa coba nasi kandar! Nasi kandar adalah olahan nasi khas Mamak (Muslim India), mirip dengan nasi padang di Indonesia, namun dengan bumbu masakan yang jauh lebih berempah. Pilihan nasinya ada 2, nasi putih atau nasi kuning mirip nasi kebuli. Lauknya bermacam-macam, ada ayam goreng, ayam bumbu manis, ayam bumbu pedas, udang asam manis, gulai cumi, aneka jerohan sapi, hingga aneka olahan telur. Saya dan Bulan makan satu piring berdua dengan lauk yang lumayan heboh; ayam pedas, udang asam manis (udangnya besar banget) 2 ekor, dan gulai cumi, harganya MYR 32.00

Nasi Kandar Line Clear

Nasi Kandar Line Clear

Nasi Kandar Line Clear ini buka nonstop 24 jam. Pas banget dijadiin tempat makan larut malam saat tempat lain sudah tutup. Oh ya, kalau mau makan di sini jangan terkecoh dengan pedagang nasi kandar yang berjualan di mulut gang ya.. Nasi Kandar Line Clear yang asli tempatnya agak masuk ke dalam gang, dengan dapurnya ada di sisi sebelah kiri gang dan etalase makanan di sisi kanan gang.

7. Seafood di I Love You Cafe, Batu Ferringhi

Bingung mau makan apa di Batu Ferringhi beach? Lebih tepatnya, bingung mau makan apa di sana karena kok sepertinya resto-resto yang ada di sekitar sana mihil-mihil amat? Jangan khawatir, waktu ke kami ke sana, Bulan sudah menanyakan tanpa ragu ke Mas Tukang Paralayang tempat makan seafood yang murah meriah hore. Kami disarankan untuk makan di I Love You Cafe, yang ternyata adalah semacam food court gitu di dekat pasar malam Batu Ferringhi, perlu berjalan kaki sekitar 500 meter dulu dari Pantai Batu.

Coffee di Dine Mansion CoffeeSeafood at I Love You Cafe

Seafood at I Love You Cafe

Sepiring calamari, udang masak sambal kampong, dan semangkok nasi putih hanya dihargai MYR 35.00. Porsi calamari-nya besar banget, udang sambal kampong-nya isi 3 buah udang super besar yang dibelah 2. Cukup banget untuk makan berdua.

8. Fish n Chips di Warung Naughty Nuri’s

Ini sebetulnya bukan makanan khas Penang, tapi kami sempetin untuk makan di sini karena….. pas keluar hotel pas banget gerimis turun, kami berdua ga ada yang bawa payung, dan kami kelaparan. Haha, tapi beneran Warung Naughty Nuri’s ini worth it banget untuk dicoba. Saya makan fish n chips, sementara Bulan nyobain pork chop. Makan di sini sedikit ‘menghabiskan’ budget kami, MYR 75.00 untuk 2 porsi makan, tapi karena porsinya besar dan enak, jadi harga segitu ya sepadanlah dengan apa yang kami makan.

Fish n Chips at Naughty Nuri

Fish n Chips at Naughty Nuri

9. Char Kway Teow, Wantan Mee, dan Rojak di Gurney Drive Night Market

Char Kway Teow at Gurney Drive Night Market

Char Kway Teow at Gurney Drive Night Market

Wantan Mee at Gurney Drive Night Market

Wantan Mee at Gurney Drive Night Market

Rojak at Gurney Drive Night Market

Rojak at Gurney Drive Night Market

Nah, yang satu ini adalah tempat makan sekaligus tempat nongkrong muda-mudi (ceilaaah…) Pulau Penang. Sambil makan sambil bisa ngelihatin orang-orang nongkrong di pinggiran laut. Malam itu  saya makan Char Kway Teow (MYR 6.00), Bulan makan Wantan Mee (MYR 5.00), dessert-nya kami makan Rojak seporsi berdua (MYR 4.50).

10. 3D Latte Art Coffee di The Dine Mansion

Kalau cafe yang ini, kami coba atas dasar rasa penasaran. Suatu kali kami salah jalan ketika mau ke Penang Peranakan Museum, dan tanpa sengaja melintas di depan cafe ini. Di hari terakhir kami putuskan untuk mencobanya. Hasilnya bagaimana? Kopi-nya enak, 3D latte art-nya seunik yang dijanjikan, tapiiii… pelayanannya sedikit mengecewakan.

3D Latte Art Coffee at The Dine Mansion

3D Latte Art Coffee at The Dine Mansion

Kami tiba saat jam makan siang, dan ada satu rombongan keluarga besar juga makan di sana. Karena cafe-nya memang kecil dan tempat duduknya terbatas, maka pemilik harus mengatur seat kami. Namun, entah karena memang kemampuan komunikasi mereka yang terbatas, atau memang mereka memang judes, mereka menyuruh kami duduk dengan tidak ramah. Buku menu lama sekali datang ketika diminta, dan yang melayani kami pun sepertinya tidak sepenuh hati. Saya sih merasa cafe ini tidak dijalankan oleh profesional. Sepertinya si barista adalah sekaligus pemilik kafe menjalankan kafe ini dibantu oleh kakak/adik, ibu, dan nenek-nya.

Harga secangkir kopi engan 3D latte art berapa? MYR 14.90 per cangkir.

Gimana? Kamu mau nyobain makanan Penang yang mana? Biar ga terlalu kekenyangan (dan berakhir dengan naik berat badan sepulang dari liburan) saya dan Bulan punya trik untuk menyiasati-nya: saat makan orderlah hanya 1 porsi untuk berdua. Selain bisa menghemat kalori, trik ini bisa banget untuk menghemat budget! Jadi tetep bisa makan berbagai macam makanan, budget tetap hemat, dan pulang liburan pun ga [nambah] nduth!

Selamat makan kenyang di Penang!