Ada yang bilang, belum sah jadi tukang jalan kalau belum pernah salah pesen tiket pesawat/kereta api/ bus. Saya sendiri sampai kemarin belum pernah sampai salah beli tiket. Sampai akhirnya, entah karena memang ceroboh ga nge-cek lagi tanggal yang saya klik, atau memang error dari situs penjual tiket-nya, saya salah beli tiket kereta. Baru sadar udah salah beli tiket pas udah selesai transfer. Baca email notifikasi kok tanggal keberangkatan Selasa, 13 Mei 2014. Lho! Saya kan mau pergi hari Sabtu, 24 Mei 2014. Karena tanggal 13 Mei adalah keesokan hari (hari ini), saya sadar hanya punya sedikit waktu untuk ngurus perubahan tiket.

Pertama saya menghubungi call center situs tempat saya membeli tiket. Oleh petugas call center saya diberitahu jika sudah melewati proses pembayaran, maka hak perubahan jadwal tiket kereta api sepenuhnya ada di PT KAI. Ok, noted. You are so not helping. Lalu saya menghubungi call center PT KAI di nomor (021) 121, petugas di call center ini cukup informatif menjelaskan prosedur yang harus saya lalui untuk dapat mengubah tanggal tiket. Begini prosedurnya:

1. Pengubahan hanya bisa dilakukan dengan datang langsung ke stasiun online. Di Jakarta yang temasuk stasiun online antara lain: Pasar Senen, Jakarta Kota, Gambir, Jatinegara, Tanah Abang, Bekasi, Serpong.

Saya memilih untuk ke Stasiun Gambir dengan pertimbangan meskipun lumayan jauh dari kantor di Cilandak, tapi bisa dijangkau dengan satu kali naik kopaja.

2. Bawa fotokopi tanda pengenal calon penumpang yang namanya ada di tiket pesanan. Menurut petugas call-center fotokopi tanda pengenal ini dibutuhkan, namun pas saya ngurus, ga ditanyain tuh…

3. Kalau tiket masih berbentuk kode booking dari situs penjual tiket KA atau agen tiket lainnya, terlebih dahulu print lah tiket dengan tanggal yang salah tersebut. Di stasiun Gambir, mesin pencetak tiket ada di stasiun bagian selatan, pas di depan loket penjual tiket.

4. Setelah tiket yang salah di print, pergilah ke loket pemesanan tiket (bukan loket penjualan tiket). Di stasiun Gambir, loket pemesanan ada di stasiun bagian utara. Dilayani di loket nomor 6, 7, 8, dan 9. Saat menghubungi call center PT KAI, saya hanya diberitahu penukaran tiket maksimal H-1 sebelum hari keberangkatan. Saya nggak dikasih tahu tuh kalo penukaran tiket ga bisa 24 jam kaya penjualan tiket. Loket 6,7,8,9 ternyata tutup jam 19.00. Beruntung setelah nanya sana-sini dan ditolak di loket penjualan di stasiun selatan, saya masih bisa sampai di loket pemesanan jam 18.50. Fiuuuhh…

5. Biaya untuk mengubah jadwal tiket kereta api adalah 25% dari harga tiket. Tiket kereta yang saya ganti tanggalnya kemarin adalah tiket jurusan Bogor-Sukabumi seharga masing-masing IDR 50.000, total IDR 200.000 Jadi untuk mengubah 4 tiket, saya kena biaya IDR 50.000 juga. Harga yang harus saya bayar untuk sebuah ketidaktelitian. Hihi.

Kalau 1 kali udah pernah ngalamin ribetnya ngurus ganti tanggal tiket kereta api kaya gini, mudah-mudahan ga akan mengulang kesalahan yang sama lagi ke depannya. Ya ga?